Pasbata Prabowo – Seekor sapi ras simental berukuran jumbo bernama Manggala menarik perhatian warga di Kota Pekanbaru menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Seperti dilansir dari Cahaya, hewan ini telah ditetapkan sebagai sapi kurban milik Presiden RI, Prabowo Subianto.
Sapi yang memiliki bobot hampir satu ton tersebut kini tengah mendapatkan perawatan intensif di sebuah kandang peternakan. Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna menjamin kelayakan hewan tersebut sebelum hari penyembelihan.
Manggala merupakan sapi jenis simental yang dipelihara di peternakan kawasan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Hewan ini memiliki perawakan tinggi dengan otot yang padat serta bulu berwarna cokelat keemasan.
Berdasarkan data fisik, Manggala memiliki berat mencapai 907 kilogram dengan tinggi badan sekitar 140 sentimeter. Kualitas fisiknya yang menonjol menjadi alasan utama sapi ini dipilih oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bantuan kurban bagi masyarakat setempat.
“Berat, memang berat bobotnya, karena yang lain juga hampir satu ton,” ujar Pengelola Wong Cilik Farm, Ari Nanu.
Pola Makan dan Perawatan 24 Jam
Ari menjelaskan bahwa sapi yang saat ini berusia enam tahun itu didatangkan langsung dari Medan. Sejak terpilih menjadi hewan kurban kepresidenan, pihak pengelola memperketat pengawasan dan perawatan terhadap Manggala.
“Apalagi sudah terpilih menjadi sapi kurban Presiden RI bagi warga di Kota Pekanbaru, maka kita jaga selama 24 jam,” kata Ari.
Kualitas fisik sapi dijaga melalui pemberian pakan yang berkualitas, mulai dari rumput alami hingga tambahan nutrisi. Pengelola juga memberikan bungkil sawit satu kali setiap harinya sebagai asupan tambahan untuk menjaga kondisi tubuh sapi.
“Ada juga pakan tambahan, kita pakai bungkil sawit, itu kita kasi sekali saja sehari,” tutur Ari.
Pihak peternakan telah berkomitmen untuk mengirimkan Manggala ke lokasi pemotongan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Proses pengiriman akan disesuaikan dengan waktu pelaksanaan ibadah kurban pada Idul Adha mendatang.
Proses Seleksi dan Uji Laboratorium
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Distankan Pekanbaru, drh. Rita Setyawati, menyebutkan bahwa Manggala berhasil menyisihkan dua kandidat sapi lainnya. Seleksi dilakukan secara ketat melalui berbagai rangkaian tes medis.
“Semua pemeriksaan kesehatan sudah kita lakukan, seperti pemeriksaan fisik,” kata Rita.
Tim kesehatan juga menggandeng LPKH Provinsi Riau untuk melakukan uji laboratorium secara menyeluruh. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa sapi tersebut bebas dari infeksi cacing maupun penyakit ternak lainnya.
Rita mengingatkan pihak peternak untuk membatasi akses hewan lain ke area kandang Manggala guna menghindari penularan penyakit. Sterilisasi area melalui disinfeksi rutin dan kecukupan pakan menjadi fokus utama pengawasan hingga hari penyembelihan.
“Sampai hari pemotongan, bisa dijaga kesehatannya, jangan sampai sapi luar masuk, karena berbahya dan bisa menularkan penyakit,” ujar Rita.



